MODUL praktek FISIKA
Kelas x t.p 2013/2014
PENYUSUN:
JEFRIAN
AKUTU,S.Pd
(NIP. 198310142008021001)
Judul percobaan : Mengukur besaran panjang dengan menggunakan
mistar dan jangka sorong
Standar kompetensi : 1. Menerapkan konsep besaran fisika dan
pengukurannya
Kompetensi Dasar : 1.1 Mengukur besaran fisika
Indikator : a. Melakukan pengukuran dengan menggunakan
alat ukur
b.
Membaca hasil pengukuran suatu alat ukur
c.
Menentukan hasil pengukuran dengan memperhatikan aturan angka penting
Tujuan Praktikum : Siswa dapat:
·
Melakukan pengukuran dengan menggunakan alat
ukur dengan tepat
·
Membaca hasil pengukuran secara akurat
·
Menentukan hasil pengukuran dengan memperhatikan
aturan angka penting
A. Alat dan bahan
1. Mistar
2. Jangka sorong
3. Dua buah silinder dengan diameter
berbeda
B. Materi
Alat pengukur panjang dasar adalah mistar. Mistar digunakan untuk
menghitung panjang, lebar dan tinggi suatu benda /jarak. Mistar memiliki nilai
skala terkecil (NST) 0,1 cm dan ketelitian 0,05 cm, hal ini ditandai dengan
adanya 10 skala dalam 1 cm. Mistar saat ini telah dikembangkan penggunaannya
sesuai dengan kebutuhan manusia.
Perhatikan gambar di bawah ini!
Menunjukkan hasil 1,5 cm yang hasil
pengukurannya dapat dilaporkan sebagai:
p = 1,5 cm
Δp = ½ x nst mistar
= ½ x 0,1 cm
= 0,05 cm
(p ± Δp) = (1,50 ± 0,05) cm
Alat pengukur
panjang lain adalah jangka sorong yang berguna untuk mengukur panjang benda maksimum
10 cm dengan nilai skala terkecil 0,1 mm (0,01 cm). Adapun bagian terpenting
jangka sorong adalah
a. Rahang
tetap, memiliki skala panjang yang disebut skala utama
b. Rahang
besar (rahang sorong), memiliki skala pendek yang disebut nonius atau vernier.
Jangka sorong ini
berfungsi untuk mengukur diameter luar, diameter dalam dan kedalaman sebuah
silinder serta panjang sebuah benda.
Perhatikan gambar di bawah ini!
Garis skala nonius ke empat tepat
berimpit dengan garis skala utama. Menunjukkan hasil 1,37 cm yang diperoleh
dari:
Dd = 1,3 cm + (7 x 0,01 cm)
= 1,3 cm + 0,07 cm
= 1,37 cm
Hasil ukur dilaporkan sebagai:
Dd
= 1,37 cm
ΔDd = ½ x nst jangka sorong
= ½ x 0,01 cm
= 0,005 cm
(Dd ± ΔDd) = (1,370 ± 0,005) cm
C. Prosedur
Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang
dibutuhkan
2. Ukur panjang benda A dan lebar
benda A dengan menggunakan mistar
3. Ukur panjang benda B dan lebar
benda B dengan menggunakan mistar
4. Ukur diameter dalam silinder Q
dengan menggunakan rahang bawah
5. Ukur diameter luar silinder Q
dengan menggunakan rahang atas
6. Ukur kedalaman silinder Q
7. Ukur diameter dalam silinder R
dengan menggunakan rahang bawah
8. Ukur diameter luar silinder R
dengan menggunakan rahang atas
9. Ukur kedalaman silinder R
10. Catat semua hasil pengukuran pada
tabel pengamatan
D. Data hasil pengamatan
No
|
Benda
|
Panjang (p)
|
Lebar (l)
|
1
|
A
|
. . . . .
|
. . . . .
|
2
|
B
|
. . . . .
|
. . . . .
|
No
|
Silinder
|
Diameter Dalam (Dd)
|
Lebar (Dl)
|
Kedalaman (h)
|
1
|
Q
|
. . . . .
|
. . . . .
|
. . . . .
|
2
|
R
|
. . . . .
|
. . . . .
|
. . . . .
|
E. Pengolahan data hasil pengukuran
Laporkan data sesuai dengan aturan angka
penting
1. Panjang (p)
P = .... cm
Δp = ½ x nst mistar
= ½ x 0,1 cm
= .... cm
(p ± Δp) = ( .... ± .... ) cm
2. Lebar (l)
L = .... cm
Δl = ½ x nst mistar
= ½
x 0,1 cm
= .... cm
(l ± Δl) = ( .... ± .... ) cm
3. Diameter dalam (Dd)
Dd = .... cm
ΔDd = ½ x nst jangka sorong
= ½ x 0,01 cm
= .... cm
(Dd ± ΔDd) = ( .... ± .... ) cm
4. Diameter luar (Dl)
Dl = .... cm
ΔDl = ½ x nst jangka sorong
= ½ x 0,01 cm
= .... cm
(Dl ± ΔDl) = ( .... ± .... ) cm
5. Kedalaman (h)
h = .... cm
Δh = ½ x nst jangka sorong
= ½ x 0,01 cm
= .... cm
(h ± Δh) = ( .... ± .... ) cm
F. Kesimpulan
Buat kesimpulan hasil percobaan:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar